Rabu, 18 Januari 2012

[hanya] tentang sebuah foto - part 2 [end]


Foto ini mungkin diambil sebelum ada foto berwarna. Lalu timbul pertanyaan, kenapa ya kalau foto yang kita ambil yang biasa saja ketika diubah menjadi hitam putih kadang lebih menampakkan estetikanya dan mengesankan ?

Hitam dan putihsimple, elegan, classyyin dan yangRwa Bhineda. Saya pikir diantara banyak warna, hanya hitam dan putih lah yang paling beruntung sering ditempatkan berdampingan (berpasangan). Di banyak kearifan timur, hitam dan putih selalu dipasangkan sebagai simbol keseimbangan.Lihat saja simbol yin dan yang, baik dan buruk, dan di Bali ada konsep Rwa Bhineda,semuanya digambarkan dengan hitam putih. Anda tahu? Ternyata kain sarung motif poleng (kotak-kotak hitam putih) yang sering dipakai orang Bali mempunyai makna tinggi, prinsip keseimbangan seperti yin dan yang.

                        

Kata orang keseimbangan akan selalu menemukan jalannya, ada buruk pasti diikuti ada baik, ada miskin pasti diikuti dengan adanya kaya. Bicara soal kaya, pusat obyek foto ini adalah pekerja kulit terang, dan kita tahu bersama negara-negara mereka kulit terang ini adalah negara-negara kaya yang menguasai perekonomian dunia saat ini. Ini yang ada di kepala saya, para pekerja kasar seperti merekalah yang berjasa mengantarkan negara mereka menjadi negara kaya raya. Bahan tambang, minyak, konstruksi, pabrik, sektor riil semua berjalan karena adanya buruh. Coba bayangkan kalau semua orang adalah direktur, atau manajer, atau perencana, atau tukang main saham dan valas, siapa yang akan mengeksekusi hasil pemikiran mereka ?Siapa yang menghasilkan barang dagangan buat mereka ?

Pekerjaan kasar tidaklah jelek, bahkan negara superpower pun ditopang ekonominya oleh buruh ( dan tentunya tentara mereka untuk mencari sumber daya ). Intinya adalah, hidup buruh !

Sebenarnya ini adalah cara saya untuk menyenangkan hati saya sendiri, sebagai seoarang buruh di telekomunikasi (padahal pengangguran !). Ada kata-kata mulia dari Nabi, 

Tiada makanan yang lebih baik daripada hasil usaha tangannya sendiri
(HR. Bukhari).

Besok saya ingin berfoto bersama ... Luna Maya

[hanya] tentang sebuah foto - part 1



Saya penasaran, apa ya yang muncul di kepala seorang seniman atau kritikus seni kalau melihat foto ini ? Juga dengan Anda, apa yang muncul di benak Anda ?

Tapi sejujurnya, saya tidak terlalu peduli dengan pikiran mereka ataupun Anda mengenai foto ini. Karena memang topik ini bukanlah suatu persoalan urgen dan penting, ini hanyalah soal menyalurkan hawa nafsu saya. Hawa nafsu untuk berbagi pendapat agar selalu diingat banyak orang ^^

Saya sangat suka dengan foto ini. Tanpa sadar saya seperti punya hubungan sentimentil dengan pusat objek dalam foto ini. Seorang pekerja tambang, pekerja keras, yang sedang menikmati sebatang "batang kenikmatan" di sela jam istirahatnya di tengah musim dingin. Dengan pekerjaannya yang berat, jam istirahat dan sebatang "batang kenikmatan" adalah sesuatu baginya, istimewa, alhamdulillah mungkin. Dan dia sangat menikmati, the best quality time of his day.

Kalau kita melihat agak ke kanan akan tampak sosok teman dia yang memandang ke arah pusat obyek foto ini. Terlihat sinis, ya, tapi mungkin itu hanya interpretasi saya. Seperti dalam kehidupan sehari-hari, selalu ada yang sinis, selalu ada yang tidak suka kepada kita. Foto ini semakin menarik.

Hitam putih dan musim dingin. Kehidupan ini keras, ya, dan kadang sangat kejam sedingin es.