Puji sukur kepada Tuhan YME akhirnya saya mau juga belajar bikin dan nulis di blog sendiri, juga kepada semua orang-orang hebat yang sudah membuat blog dengan bagusnya sehingga membuat saya iri serta tentunya kepada saya sendiri yang sudah mau meninggalkan sedikit kemalasan untuk menuju kebaikan. hehe .. . Sebelumnya perkenankan saya untuk sedikit berkeluh kesah tentang diri saya yang penuh dengan omong kosong dan ga jelas ini. Tapi sebelumnya kepada semua pihak yang berkenan membaca bual-bualan seorang saya ini mohon untuk jangan terlalu serius atau diambil hati. Karena tulisan saya ini dan juga tulisan berikutnya - berikutnya bisa dipastikan berisi keluh kesah dan omong kosong yang muncul dalam kehidupan seorang saya
Saya adalah saya, apalah arti sebuah nama kalo orang bilang. Tapi bagi saya sendiri, sebenernya saya ogah punya nama gesang.Susah diucapkan oleh lidah saya (apa hanya perasaanku saja ya ?), setiap ngomong ke orang nama saya gesang, pasti ga da yang langsung ngerti. Emang suara saya pelan sih, maklum punya kecenderungan pemalu dan tidak pede. Tapi tetep aja menjengkelkan. Lebih suka pakai nama belakang sebenernya, cuman sayang di kantor ada juga nama satria. Huff
Najis malem- malem nulis yang ga penting macem beginian (kebetulan tulisan ini aku buat pas malam jumat dinihari). Tapi cuek ajah, daripada melakukan hal-hal yang tidak senonoh. Toh ini juga malem jumat, sapa tau dpt inspirasi bagus
Gesang satria, itulah mereka memanggil saya. Kerenkan ? haha .. biar bagaimana saya sangat bangga dengan nama itu. Nama sederhana dan njawani, tapi guru SMU saya bilang nama saya penuh arti dan berisi semacam filosofi hidup. Tidak pernah terbersit sedikitpun di benak saya kalau nama saya ternyata sehebat itu.
Gesang diberikan oleh ibu, mungkin karena hobinya yang suka nyanyi terutama keroncong (tau dong bengawan solo ?). Dan satria yang katanya diberikan oleh kakek. Jadi ceritanya begini, sebenarnya nama saya dulu oleh ibu pengen dibikin gesang sampurna (lhah .. kayak merek rokok). Tapi kakek bilang gesang sampurna kurang matching (kakek emang keren), yang kakek bilang sih gesang itukan hidup sementara sampurna itu selesai. jadi ga match, hidup selesai. Dan kalo jawa kn nama itu doa, jadi semua hal yang berbau kematian, kejelekan pasti dihindari. Maka dari itu kakek ga setuju dan digantilah jadi gesang satria, sampai sekarang.
Gesang berarti hidup, satria berarti ksatria, berani, jujur, bertanggung jawab (aku banget lah .. hoho). Jadi bener juga apa kata guru smu saya, ternyata nama saya bukan cuma sekedar nama biasa. Ternyata nama saya mempunyai makna yang amat dalam, yang harus bisa membuat orang yang menyandangnya hidup layaknya seorang ksatria. yup .. langsung ketahuan, itulah makna yang terkandung dalam nama saya (menurut saya loh ya), hiduplah selayaknya ksatria hidup. Ibu saya selalu bilang, besok kalo punya istri harus bisa baik ama keluarganya, perlakuin istri dan anak dengan baik, jangan egois. Bapak selalu bilang, kamu laki-laki harus punya senjata, senjata buat menghadapi segala apa yang ada di depanmu dalam perjalanan hidupmu. Kalau belum punya, cari, belajar, kamu laki-laki. Kakek selalu bilang, jadi orang jangan pernah mengambil yang bukan hak, jangan melakukan sesuatu yang tercela. Saya bilang, saya adalah apa yang saya lihat, apa yang saya dengar, apa yang saya tonton, apa yang saya baca. Jadi kalo saya tidak seperti yang kalian harapkan, salahkan lingkungan di sekitar saya, salahkan orang-orang yang mempertontokan dan memperdengarkan keburukan itu, orang-orang yang menyebarkan keburukan disampuli trend dan mode gaya hidup itu, toh mereka atau kalian juga di dalamnya adalah orang-orang tua yang harusnya lebih mengerti daripada kami anak-anak kalian. hloh .. kok malah jadi marah-marah dan out of topic sih ? hehe .. sekalian memberi masukan dan inspirasi ajah, berbagi opini di tulisan sendiri boleh dong
Hidup seperti seorang ksatria, taruhlah seperti itu. masalahnya satria apa dulu nih ? Satria baja hitam ada musuhnya Gorgon atau Gorgom lupa. Arjuna Gatotkaca juga ada musuhnya Kurawa. Lha saya musuhnya sapa ? Lha wong pengecut macem saya kok cari musuh, lha wong disuruh jadi aparat berseragam pramuka aja ga berani. eitz .. jangan salah ya, saya nolak tawaran bapak saya buat jadi aparat itu bukan karena saya takut dipukuli ato disuruh makan kulit pisang pas latihan. Terus terang bukan itu, masalahnya adalah itu bertolak belakang dengan prinsip yang saya pegang. Terus terangnya lagi saat ini saya mulai malas melakukan sesuatu yang berbau curang dan merugikan orang lain, apalagi merugikan diri saya sendiri. Emang keliatannya jaman sekarang lumrah, mau masuk jadi pelayan masyarakat dengan berbekal uang jutaan rupiah, bahkan ratusan. Tapi itu orang lain, bukan saya. jadi maaf, saya menolak. hmm . Seperti itu udah ksatria belum ya ? well .. i hope so. Setidaknya saya belajar, dari apa yang saya lihat, apa yang saya dengar, apa yang saya baca dan tentunya apa yang saya mau. every single day is ..
perjalanan menuju hidup sebagai satria, sebagai gesang satria
Saya adalah saya, apalah arti sebuah nama kalo orang bilang. Tapi bagi saya sendiri, sebenernya saya ogah punya nama gesang.
Najis malem- malem nulis yang ga penting macem beginian (kebetulan tulisan ini aku buat pas malam jumat dinihari). Tapi cuek ajah, daripada melakukan hal-hal yang tidak senonoh. Toh ini juga malem jumat, sapa tau dpt inspirasi bagus
Gesang satria, itulah mereka memanggil saya. Keren
Gesang diberikan oleh ibu, mungkin karena hobinya yang suka nyanyi terutama keroncong (tau dong bengawan solo ?). Dan satria yang katanya diberikan oleh kakek. Jadi ceritanya begini, sebenarnya nama saya dulu oleh ibu pengen dibikin gesang sampurna (lhah .. kayak merek rokok). Tapi kakek bilang gesang sampurna kurang matching (kakek emang keren), yang kakek bilang sih gesang itu
Gesang berarti hidup, satria berarti ksatria, berani, jujur, bertanggung jawab (aku banget lah .. hoho). Jadi bener juga apa kata guru smu saya, ternyata nama saya bukan cuma sekedar nama biasa. Ternyata nama saya mempunyai makna yang amat dalam, yang harus bisa membuat orang yang menyandangnya hidup layaknya seorang ksatria. yup .. langsung ketahuan, itulah makna yang terkandung dalam nama saya (menurut saya loh ya), hiduplah selayaknya ksatria hidup. Ibu saya selalu bilang, besok kalo punya istri harus bisa baik ama keluarganya, perlakuin istri dan anak dengan baik, jangan egois. Bapak selalu bilang, kamu laki-laki harus punya senjata, senjata buat menghadapi segala apa yang ada di depanmu dalam perjalanan hidupmu. Kalau belum punya, cari, belajar, kamu laki-laki. Kakek selalu bilang, jadi orang jangan pernah mengambil yang bukan hak, jangan melakukan sesuatu yang tercela. Saya bilang, saya adalah apa yang saya lihat, apa yang saya dengar, apa yang saya tonton, apa yang saya baca. Jadi kalo saya tidak seperti yang kalian harapkan, salahkan lingkungan di sekitar saya, salahkan orang-orang yang mempertontokan dan memperdengarkan keburukan itu, orang-orang yang menyebarkan keburukan disampuli trend dan mode gaya hidup itu, toh mereka atau kalian juga di dalamnya adalah orang-orang tua yang harusnya lebih mengerti daripada kami anak-anak kalian. hloh .. kok malah jadi marah-marah dan out of topic sih ? hehe .. sekalian memberi masukan dan inspirasi ajah, berbagi opini di tulisan sendiri boleh dong
Hidup seperti seorang ksatria, taruhlah seperti itu. masalahnya satria apa dulu nih ? Satria baja hitam ada musuhnya Gorgon atau Gorgom lupa. Arjuna Gatotkaca juga ada musuhnya Kurawa. Lha saya musuhnya sapa ? Lha wong pengecut macem saya kok cari musuh, lha wong disuruh jadi aparat berseragam pramuka aja ga berani. eitz .. jangan salah ya, saya nolak tawaran bapak saya buat jadi aparat itu bukan karena saya takut dipukuli ato disuruh makan kulit pisang pas latihan. Terus terang bukan itu, masalahnya adalah itu bertolak belakang dengan prinsip yang saya pegang. Terus terangnya lagi saat ini saya mulai malas melakukan sesuatu yang berbau curang dan merugikan orang lain, apalagi merugikan diri saya sendiri. Emang keliatannya jaman sekarang lumrah, mau masuk jadi pelayan masyarakat dengan berbekal uang jutaan rupiah, bahkan ratusan. Tapi itu orang lain, bukan saya. jadi maaf, saya menolak. hmm . Seperti itu udah ksatria belum ya ? well .. i hope so. Setidaknya saya belajar, dari apa yang saya lihat, apa yang saya dengar, apa yang saya baca dan tentunya apa yang saya mau. every single day is ..
perjalanan menuju hidup sebagai satria, sebagai gesang satria
nama saya GESANG SATRIA


Tidak ada komentar:
Posting Komentar